Jalan-Jalan ke Dusun Bambu dan Floating Market (Lembang Edition)

Jalan-Jalan ke Dusun Bambu dan Floating Market (Lembang Edition)

Masih di waktu liburan kuliah, selagi ada waktu senggang saya isi dengan hal-hal yang menyenangkan salah satunya jalan-jalan. Kali ini saya mengisi weekend dengan mengunjungi Dusun Bambu dan Floating Market. Setelah dirundingin sehari sebelumnya tentang urutan tempat yang akan dikunjungi, akhirnya Dusun Bambu lah yang pertama kali kita kunjungi.

Dusun Bambu

Walau sempat ada insiden yaitu motor saya diserempet mobil, tapi tidak mengurangi semangat untuk mengeksplor Dusun Bambu ini. Awalnya saya kira Dusun Bambu ini hanya tempat makan dengan beberapa rumah seperti sangkar burung. Namun ternyata salah! Dengan membayar karcis masuk Rp. 10.000 per orang dan tarif motor Rp. 10.000. Untuk menuju ke “jantung” dari Dusun Bambu itu sendiri, kita harus menumpang mobil “warawiri” semacam shuttle dari bawah ke atas. Begitu sampai diatas, kita bebas mau main kemana.

dusun bambu

-Lutung Kasarung

Di sini kita bisa makan didalam rumah pohon yang dihias sedemikian rupa menyerupai sangkar burung. Entah apa korelasi nama “lutung” sama rumah sangkar burung ini, bisa Anda lihat di webnya. Tapi sensasi kalau makan didalamnya keren juga. Namun karena sadar diri dengan keterbatasan sebagai mahasiswa, ya kami baru bisa foto-foto saja didekatnya. hehe

-Pasar Khatulistiwa

Semacam food center yang menwarkan banyak pilihan jajanan pasar tradisional. Dari ketan bakar, kue ape, dan masih banyak lagi kuliner yang disajikan disini (tentunya harga tempat wisata yah!).

IMG_7293

-Purbasari

Awalnya saya kira ini semacam cottage, ternyata setelah ditelusuri itu tempat makan lesehan. Makan di danau kecil ini sepertinya menambah kenikmatan selain di pinggir danau, kita juga bisa sambil melihat pemandangan hamparan pegunungan di depannya. Untuk berfoto juga spot disini cukup menarik.

IMG_7453

Floating Market

Ini dia tempat yang sempat jadi trending topic sejak lama, dan akhirnya saya bisa kesini beberapa tahun kemudian. Lokasinya ternyata cukup dekat, dekat dengan jalan raya Grand Hotel Lembang dan memiliki lahan parkir yang sangat luas. Tiket masuk per orangnya yakni Rp.15.000 dan motor Rp.5000. Di floating market ini pedagangnya berjualan di atas perahu yang menyandar. Kebetulan kami datang kesini saat maghrib dan sudah banyak yang habis. Oh iya, bertransaksi disini pakai koin khusus yang dapat dibeli di loket-loket yang tersedia dengan kelipatan 5ribu. Banyak pilihan kuliner yang berada di sepanjang danau ini dengan harga yang masih masuk kantong. Namun ada juga restoran namun tidak terapung. Tiket masuk dapat ditukarkan dengan minuman (kopi, lemon tea, atau milo) di area foodmartnya.

Menurut saya untuk berkunjung kesini mau siang ataupun malam tidak masalah asal jangan terlalu malam. Sebab pukul 7 malam saja sudah pada pulang perahu-perahunya dan tepat pukul set.8 sudah hampir tidak ada yang buka.

Advertisements
Liburan Akhir Semester Enam (part 1)

Liburan Akhir Semester Enam (part 1)

Yup, semester 6 yang sangat berat itu telah berakhir. Segala macam tugas yang diberi dosen maupun lab semuanya telah selesai dikerjakan dan tinggal menunggu nilai beberapa mata kuliah lagi keluar. Sambil menunggu nilai sekaligus mengisi waktu kosong sebelum kerja praktek, ada baiknya diisi sama liburan ke tempat yang bisa membuat pikiran fresh lagi. Dan seperti pepatah “tidak ada pelangi, jika tidak ada badai sebelumnya”, hal ini sama seperti liburan saya kali ini. Seperti tidak percaya kalau semua tugas dan perkuliahan sudah selesai bahkan sampai detik-detik menjelang pergi pun kadang masih teringat semua yang ada di kampus. Well, I’ll tell you about my short holiday! Continue reading

Berpetualang ke De’Ranch Lembang

Berpetualang ke De’Ranch Lembang

De’Ranch salah satu alternatif berwisata di daerah Lembang, Kabupaten Bandung. Di De’Ranch kita dapat merasakan suasana ala ‘Cow Boy’ yang western gitu, sebab semuanya sudah di desain ala western dari pintu masuk hingga warung-warung makan di dalamnya.

Dari tempat parkir, areanya memanjang dan cukup luas untuk menampung mobil-mobil pengunjung. Namun di saat hujan hati-hati becek karena dari tanah semua.

Di pintu masuk, kita hanya cukup sediakan Rp. 5000,00 untuk tiket masuk. Tetapi awas barang-barang bawaan seperti makanan dan minuman kalau ketahuan harus dititipkan dan tidak bisa dibawa masuk kedalam.  Tiket masuk tersebut dapat ditukarkan dengan satu welcome drink yang pilihannya susu murni berbagai rasa dan ada satu lagi saya lupa.

Nah gitu masuk kita bebas mau melakukan apapun, seperti menunggangi kuda, delman, berfoto, makan-makan, bermain trampolin dan masih banyak permainan untuk orang dewasa dan anak-anak. Tapi setiap wahana harus bayar lagi dan harganya beda-beda tergantung wahananya. Untuk yang tidak ingin bermain dengan wahana tersebut, kita bisa santai jalan-jalan menyusuri area kandang kuda atau duduk-duduk di area food court sambil menikmati pemandangan hamparan rumput dan kandang kuda dengan udara sejuk khas Lembang.

Untuk yang senang fotografi, mungkin tempat ini lumayan bagus terutama yang bawa model dengan set a la cowboy karena latarnya sangat mendukung. Mungkin akhir-akhir ini cuaca di Bandung dan sekitarnya bahkan hingga Lembang sendiri kalau siang hingga sore sering turun hujan atau gerimis, jadi persiapkan payung atau topinya. Atau mungkin berangkat pagi agar tak kehujanan.

Sekian yang bisa saya bagi tentang De’Ranch ini, selamat berlibur!

This slideshow requires JavaScript.