Cikarang

Empat bulan, waktu yang cukup bagi saya untuk tinggal di sebuah kosan di kota Cikarang. Saat ini saya berdomisili di Cikarang karena kerja disana, namun 4 bulan terakhir ini saya sudah merasa bosan dengan kehidupan yang “itu-itu” saja. Kenapa? karena saat di kuliah dulu saya bukan tipikal orang yang “kupu-kupu” alias kuliah pulang-kuliah pulang. Nah 4 bulan terakhir saya menjadi orang “kepu-kepu”, kerja pulang-kerja pulang yang membuat hidup seakan monoton. Bisa dihitung dengan jari berapa kali saya mengunjungi mal yang ada di kota Cikarang atau tempat hiburan lainnya. Hal ini dikarenakan saya sedikit mager dan tidak ada kendaraan pribadi untuk menjangkaunya. Yang paling mudah ya pakai ojeg dan tarifnya untuk pergi pulang tidak murah lho. Oleh karena itu sejak hari ini saya memutuskan untuk tinggal di rumah Mbah kakung saya di Jakarta, jadi tiap hari pp Jakarta-Cikarang menggunakan fasilitas jemputan dari kantor saya walau risikonya sedikit lebih capek dan harus bangun lebih pagi. Namun bagi saya itu bukan hal yang sulit, sebab lebih banyak keuntungannya daripada kekurangannya.

Cerita soal Kota Cikarang, yang juga dikelola oleh developer besar seperti Lippo Cikarang dan Jababeka merupakan salah satu kota pusat industri. Banyak berdiri pabrik-pabrik baik dalam negeri maupun luar negeri (PMA). Untuk masalah tempat tinggal, cukup banyak tempat yang bisa ditinggali baik rumah sendiri, kontrak atau kosan. Beberapa wilayah terkenal untuk kontrakan maupun kosan diantaranya : Continue reading

Advertisements