Santai Sore di Teras Cihampelas

Santai Sore di Teras Cihampelas

Kota Bandung memang seperti tiada berhentinya berinovasi terutama membuat ruang publik baru yang bertujuan menaikkan happiness index bagi warganya maupun wisatawan yang datang ke Bandung. Salah satunya yang baru diresmikan pada bulan Januari lalu yaitu Teras Cihampelas, sebuah skywalk yang membentang diatas jalan Cihampelas sepenjang 450 meter.

Continue reading

Advertisements
Museum Nasional : The Uniqueness of Indonesia

Museum Nasional : The Uniqueness of Indonesia

Akhir pekan rasanya sangat disayangkan kalau hanya leha-leha di rumah saja. Kebetulan hari Sabtu ini saya tidak pulang ke Bandung dan berniat mengunjungi suatu tempat unik. Seperti biasa, berbekal perlengkapan seperti power bank dan kamera Fujifilm X-M1 langsung saja saya menuju ke Museum Nasional menggunakan busway. Check it out! Continue reading

Jalan-Jalan ke Dusun Bambu dan Floating Market (Lembang Edition)

Jalan-Jalan ke Dusun Bambu dan Floating Market (Lembang Edition)

Masih di waktu liburan kuliah, selagi ada waktu senggang saya isi dengan hal-hal yang menyenangkan salah satunya jalan-jalan. Kali ini saya mengisi weekend dengan mengunjungi Dusun Bambu dan Floating Market. Setelah dirundingin sehari sebelumnya tentang urutan tempat yang akan dikunjungi, akhirnya Dusun Bambu lah yang pertama kali kita kunjungi.

Dusun Bambu

Walau sempat ada insiden yaitu motor saya diserempet mobil, tapi tidak mengurangi semangat untuk mengeksplor Dusun Bambu ini. Awalnya saya kira Dusun Bambu ini hanya tempat makan dengan beberapa rumah seperti sangkar burung. Namun ternyata salah! Dengan membayar karcis masuk Rp. 10.000 per orang dan tarif motor Rp. 10.000. Untuk menuju ke “jantung” dari Dusun Bambu itu sendiri, kita harus menumpang mobil “warawiri” semacam shuttle dari bawah ke atas. Begitu sampai diatas, kita bebas mau main kemana.

dusun bambu

-Lutung Kasarung

Di sini kita bisa makan didalam rumah pohon yang dihias sedemikian rupa menyerupai sangkar burung. Entah apa korelasi nama “lutung” sama rumah sangkar burung ini, bisa Anda lihat di webnya. Tapi sensasi kalau makan didalamnya keren juga. Namun karena sadar diri dengan keterbatasan sebagai mahasiswa, ya kami baru bisa foto-foto saja didekatnya. hehe

-Pasar Khatulistiwa

Semacam food center yang menwarkan banyak pilihan jajanan pasar tradisional. Dari ketan bakar, kue ape, dan masih banyak lagi kuliner yang disajikan disini (tentunya harga tempat wisata yah!).

IMG_7293

-Purbasari

Awalnya saya kira ini semacam cottage, ternyata setelah ditelusuri itu tempat makan lesehan. Makan di danau kecil ini sepertinya menambah kenikmatan selain di pinggir danau, kita juga bisa sambil melihat pemandangan hamparan pegunungan di depannya. Untuk berfoto juga spot disini cukup menarik.

IMG_7453

Floating Market

Ini dia tempat yang sempat jadi trending topic sejak lama, dan akhirnya saya bisa kesini beberapa tahun kemudian. Lokasinya ternyata cukup dekat, dekat dengan jalan raya Grand Hotel Lembang dan memiliki lahan parkir yang sangat luas. Tiket masuk per orangnya yakni Rp.15.000 dan motor Rp.5000. Di floating market ini pedagangnya berjualan di atas perahu yang menyandar. Kebetulan kami datang kesini saat maghrib dan sudah banyak yang habis. Oh iya, bertransaksi disini pakai koin khusus yang dapat dibeli di loket-loket yang tersedia dengan kelipatan 5ribu. Banyak pilihan kuliner yang berada di sepanjang danau ini dengan harga yang masih masuk kantong. Namun ada juga restoran namun tidak terapung. Tiket masuk dapat ditukarkan dengan minuman (kopi, lemon tea, atau milo) di area foodmartnya.

Menurut saya untuk berkunjung kesini mau siang ataupun malam tidak masalah asal jangan terlalu malam. Sebab pukul 7 malam saja sudah pada pulang perahu-perahunya dan tepat pukul set.8 sudah hampir tidak ada yang buka.

Liburan ke Pulau Belitung

Liburan ke Pulau Belitung

Akhir tahun ini Alhamdulilah saya dan sekelurga masih diberi kesempatan untuk liburan. Kali ini destinasi liburan kami yaitu ke Belitung! Sebuah tempat impian yang sudah saya idamkan sejak lama, karena keindahan pantai-pantainya dan juga tempat-tempat unik yang tergambar di film laskar pelangi. Kami berlibur dengan 2 keluarga rekan kerja ayah terasa lebih ramai lagi.

Berangkat pada hari jumat 26 Desember 2014 dengan morning flight Garuda Indonesia GA282 dari Soekarno-Hatta (CGK) menuju Tanjung Pandan (TJQ) pada pukul 06.40 dan dengan lama perjalanan yaitu 40 menit. Kondisi cuaca baik di Jakarta dan Tanjung Pandan semua cerah, hari yang baik.

Sampai di Tanjung Pandan yang juga ibukota dari kab. Belitung Timur, kami sarapan dulu diseuah tempat makan khas dan saya memesan mie belitong. Mie dengan rasa yang “maknyus” karena kuahnya yang gurih dari kaldu rebusan udang dan pastinya bikin nambah terus. Abis sarapan mendrop koper di penginapan lalu langsung bergegas ke ujung lain dari pulau Belitung, Manggar.

SD Laskar Pelangi

SD Muhammadiya atau lebih dikenal dengan nama SD Laskar Pelangi, yaitu replika SD Muhammadiya yang asli yang dibangun guna kebutuhan syuting film Laskar Pelangi. Namun setelahnya tempat ini dijadikan objek wisata setempat. Bangunannya sangat-sangat sederhana dan kalau kita lihat keadaan aslinya di masa lalu memang bisa dibilang memprihatinkan. Tapi semangat belajar siswa-siswinya lah yang membuat bangunan tersebut memiliki energy tersendiri.

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai yang jadi tempat syuting film Laskar Pelangi ini salah satu objek wisata terkenal di Belitung. Namanya Tg. Tinggi mungkin diambil karena bebatuan yang besar nan-tinggi sehingga kita bisa berdiri dengan tinggi disana (mungkin). Salah satu ciri khas tempat ini yaitu bebatuan besar di area pantai. Namun perlu hati-hati saat berjalan atau mengambil foto diatas bebatuan, karena ada yang berlumut sehingga membuat permukaannya licin dan rawan orang terpeleset.

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi 2

Tanjung Tinggi 2

Museum Kata (Literary Museum)

Museum kata merupakan literary museum pertama di Indonesia (katanya). Dari luar nampak rumah atau museum ini kecil, tapi jika sudah masuk akan terlihat cukup luas. Didinding-dinding rumah yang berukuran tidak luas ini, ditempel oleh tulisan-tulisan dan gambar berbagai jenis ukuran. Isi dari museum kata ini seperti namanya, yaitu karya-karya literatur yang didominasi dari karya-karya Andrea Hirata. Buku-buku novel karya Andrea Hirata seperti Laskar Pelangi, Edensor sampai Padang Bulan pun dipamerkan disini, bahkan ada novel yang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing. Di rumah yang sederhana namun luas ini, pengunjung dapat bersantai dan para orang tua bisa bernostalgia akan bentuk rumah kayu “jaman baheula” yang memang sengaja didesain seperti ini. Selain buku ada juga barang-barang antic seperti tv, radio, hingga sepeda ontel. Tidak hanya itu, di bagian daput terdapat penjual kopi yang memang bisa dipesan. Kenapa kopi? Kamu bisa tahu hubungan masyarakat Belitung terhadap kopi dan banyak warung kopi di Belitung dari novel Cinta dalam Gelas karya Andrea Hirata. Inspiratif dan berseni sekali Literary Museum ini.

Museum Kata

Museum Kata

IMG_6722

Pulau Tanjung Kelayang

Salah satu pulau destinasi wisata di kepualauan Belitung ini menawarkan pemandangan dan pantai yang indah. Di pulau ini terdapat penangkaran penyu juga. Kebersihan pantai di pulau Kelayang ini pun masih sangat terjaga karena belum banyak wisatawan yang memadati atau berdatangan ke pulau ini. Untuk dapat sampai ke pulau Kelayang, kita perlu naik boat selama kurang lebih 30 menit dari pelabuhan. Setelah sampai di pulau Kelayang, kita perlu berjalan lagi sekitar 300m untuk dapat melihat sisi lain pulau ini yang menghadap langsung ke pulau Lengkuas yang memiliki sebuah mercusuar. Pemandangannya di pulau Kelayang ini patut diacungi jempol!

Pulau Kelayang


 

Slideshow beberapa foto di Belitung

This slideshow requires JavaScript.

Liburan Akhir Semester Enam (part 2)

Liburan Akhir Semester Enam (part 2)

Kalau ada part 1, harusnya ada part-2nya. Dan liburan saya pun begitu. Setelah hari Selasa tanggal 2 Juni ’13 lalu saya liburan ke Lembang dengan teman-teman kelas saya, kali ini di weekend-nya yaitu hari Sabtu, saya liburan lagi kali ini ke Situ Patengan, Ciwidey. Acara ini dibuat sama temen-temen kepanitian SEHATI 2013 (Sehat Bersama HMTI), namun sebenarnya hari ini ialah hari terakhir ujian (begitupun saya habis ujian PTLF) tapi nggak semua anggota bisa datang. Saya juga sebenarnya datang agak malam karena harus presentasi tugas besar otomasi dahulu, namun untungnya ada teman yang berangkat telat juga jadi ada temannya di jalan.

Berangkat dari kampus Telkom University sekitar pukul 7 malam dan sampai di tujuan pada pukul 9 malam, lalu kami disambut dengan udara yang sangat dingin dan pastinya makan malam yang sudah disiapkan teman-teman yang datang duluan. Jauh dari prediksi saya, dari sekitar 20-an lebih yang akan datang ternyata jadi ber-12 saja. Sedikit kecewa sih pada awalnya cuma sedikitan yang ikut, namun tak apalah mungkin yang lainnya ada urusan lain yang lebih penting, dan saya harus tetap menikmati suasana disini. Sedikit berbeda dengan acara di Lembang kemarin, kali ini acaranya bebas tidak ada rundown-nya, jadi saya ikut nimbrung saja di kerumuman teman-teman OC (kebetulan saya SC/Steering Committee jadi dianggap agak sepuh :”).

Suasana riang ceria pun tak lepas dari tiap orang disini, saya pun jadi terbawa suasana dan akhirnya terlelap disebuah kursi. Entah rasanya capek banget hari ini mungkin karena sudah bangun dari pagi karena ada ujian jam 07.30 sehingga dengan hawa dingin membuat tubuh rileks dan terlelap. Saya sebenernya heran dan senang, karena teman-teman lainnya masih kuat bermain game “Warewolf” hingga jam 3 pagi. They’re enjoying their life. Continue reading

Liburan Akhir Semester Enam (part 1)

Liburan Akhir Semester Enam (part 1)

Yup, semester 6 yang sangat berat itu telah berakhir. Segala macam tugas yang diberi dosen maupun lab semuanya telah selesai dikerjakan dan tinggal menunggu nilai beberapa mata kuliah lagi keluar. Sambil menunggu nilai sekaligus mengisi waktu kosong sebelum kerja praktek, ada baiknya diisi sama liburan ke tempat yang bisa membuat pikiran fresh lagi. Dan seperti pepatah “tidak ada pelangi, jika tidak ada badai sebelumnya”, hal ini sama seperti liburan saya kali ini. Seperti tidak percaya kalau semua tugas dan perkuliahan sudah selesai bahkan sampai detik-detik menjelang pergi pun kadang masih teringat semua yang ada di kampus. Well, I’ll tell you about my short holiday! Continue reading