Kenapa Harus Aktif di Kampus?

Masa kuliah merupakan salah satu masa terbaik dalam hidup saya. Disini saya seolah mengarungi samudera dengan kapal-kapal yang berbeda. Ya, di setiap kampus dari sebuah institusi/universitas pastinya memiliki banyak unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau organisasi kemahasiswaan. Biasanya UKM ini terdiri dari UKM daerah, UKM olah raga, UKM kewirausahaan dll. Dengan bergabung menjadi salah satu anggota dari UKM memberikan banyak manfaat daripada sekedar menjadi mahasiswa “kupu-kupu” alias kuliah-pulang-kuliah-pulang. Di UKM  kamu bakal mendapat banyak relasi, menambah softskill, lebih pandai mengatur waktu, hingga leadership atau kepemimpinan.

Di kampus saya, Telkom University ada beberapa jenis tempat untuk kamu bernaung, diantaranya:

1. UKM Kedaerahan

Di dalam UKM kedaerahan ini diisi oleh mahasiswa yang berasal dari daerah tertentu. Misalnya mahasiswa Jawa banyak yang bergabung dengan UKM Djawa Tjap Parabola, mahasiswa asal Minang dengan UKM USBM (Unit Seni Budaya Minang), SWS (Swara Waditra Sunda) dan lain-lainnya.

2. UKM Olah Raga & Bela Diri

Mirip-mirip ekskul di SMA, UKM olah raga mulai dari futsal, basket, badminton, karate, merpati putih, softball, capoera, taekwondo, pencak silat, volley dll.

3. UKM Kewirausahaan

Mahasiswa yang senang dengan entrepreneurship bisa bergabung dengan KOPMA (Koperasi Mahasiswa). Awalnya saya kira hanya sekedar mengurus koperasi, namun ternyata disini kalian bisa berlatih mengasah skill ber-wirausaha dengan berbagai kegiatan yang dihadirkan oleh Kopma untuk melatih skill berwirausaha anggotanya.

4. Himpunan Mahasiswa

Ini nih salah satu unit atau kegiatan yang katanya bisa naikin gengsi kalau bisa masuk jadi pengurus himpunan, apalagi di mata mahasiswa baru, melihat kakak-kakak himpunan yang memakai jaket himpunan itu biasanya terlihat gagah dan keren. Jujur sih pada awal pertama diperkenalkan dengan HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri) pada saat acara Welcome Party angkatan 2011, saya melihat kakak-kakak anggota himpunan itu kece-kece, dan saya bertekad untuk bisa menjadi bagian dari HMTI suatu saat kelak.

Setelah melewati “medan” yang berat untuk bergabung menjadi anggota himpunan, akhirnya saya dapat menggapai tekad saya saat awal masuk kuliah. Mungkin di himpunan kamu ngga banyak mendapatkan academic knowledge, tetapi di himpunan kamu bisa memperluas relasi, belajar mengatur waktu, menjadi pemimpin, dan terbiasa bekerja dalam tekanan. Memang keras kehidupan di himpunan, tapi percayalah dengan terbiasa seperti itu justru akan membuat kamu terbiasa yang menurut saya akan berguna di dunia kerja dan masyarakat kelak.

5. Laboratorium

Siapa sih yang ngga tertarik dengan laboratorium? Awal mula saya tahu bahwa di kampus itu ada laboratorium yang memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari desain, statistika, sistem produksi, otomasi, bisnis, dan lainnya yaitu dari acara Welcome Party mahasiswa baru TI 2011. Saya melihat perwakilan lab satu persatu menjelaskan lab nya masing-masing. Saya berfikir mereka-mereka itu orang yang terpilih dan “jenius”, sama saya juga ingin menjadi bagian dari salah satu lab tersebut di masa depan.

Dan Alhamdulilah saya dapat menjadi salah satu lab di Teknik Industri, yaitu Lab Sistem Produksi dan Otomasi. Jujur saja dulu saya paling takut dengan lab ini karena lab di lab ini konon katanya “keras” dan untuk masuknya pun susah. Lantas hal itu tidak mengurangi semangat saya agar bisa menjadi salah satu asisten di lab ini. Dan bagi mahasiswa, menjadi asisten suatu lab sangat dianjurkan, karena disini pun tidak kalah dengan himpunan. Di Lab selain dapat mengasah softskill, namun hardskill pun pasti ter-upgrade dan biasanya menjadi spesialis di labnya masing-masing.

 


 

Dari pemarapan saya diatas, mungkin ada yang bertanya:

1. “lantas, saya harus memilih yang mana selama saya berkuliah?”

Pertama, mau bergabung dengan himpunan, UKM, maupun laboratorium itu merupakan pilihan. Dimanapun kamu bernaung pasti ada manfaat yang bakal kamu dapat. Tapi saran saya sih bergabunglah dengan UKM atau lab yang sesuai dengan passion kamu. Sebab kalau menjalankannya tidak sesuai minat atau passion, kinerja yang dihasilkan pun tentu tidak maksimal karena bisa saja merasa terpaksa. Pasti banyak hal-hal “gila” yang bisa kamu dapatkan disana.

Kedua, saat melamar untuk menjadi bagian dari UKM atau lab, peluang kamu keterima sama tertolak yaitu 50:50. Tidak ada jaminan kamu pasti masuk menjadi anggota UKM maupun asisten lab. Namun bukan berarti hal ini menciutkan tekad di awal, justru jadikan hal ini menjadi semangat untuk bertarung dan saling menolong di antara calon-calon anggota yang lain. Sebab kompetisi itu merupakan warna-warni kehidupan yang harus dilalui setiap orang. Jadi tidak ada salahnya mencoba dulu, daripada menyerah sebelum mencoba.

 

Mungkin segini dulu yang bisa saya share mengenai kehidupan di kampus, dan pesan saya jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru, percayalah kamu bakal mendapatkan seribu hal baru yang bermanfaat baik untuk sekarang maupun masa depan. –mif

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s