Anak Teknik Industri Kok Otomasi?

Otomasi, salah satu mata kuliah yang saya senangi di perkuliahan. Diperkuliahan ini banyak membahas mengenai sistem dan mekanisme produksi di pabrik dengan menggunakan berbagai peralatan sehingga produksi dapat berjalan otomatis. Untuk memahami wide concept dari otomasi itu sendiri tidak cukup dengan menghadiri kuliah dan membaca buku, namun harus lebih aktif lagi mencari tahu dari sumber lain bahkan mengunjungi langsung ke pabriknya.

Awal mula saya diperkenalkan tentang otomasi yaitu saat saya di semester 1 awal perkuliahan oleh dosen saya. Dan di semester 3 saya mencoba melamar untuk menjadi asisten otomasi dan Alhamdulilah saya diterima menjadi asisten riset otomasi di semester 4. Di awalnya memang saya belum mengerti betul apa itu otomasi sebenarnya. Lambat laun saya belajar, entah baca buku, baca buku-buku tugas akhir otomasi, hingga nongkrongin senior yang sedang mengerjakan tugas akhir otomasi di lab. Dari situ saya mulai terbayang dan lebih tertarik lagi menggali seputar otomasi dan pendukungnya.

Jago di otomasi saja belum cukup, terutama kamu yang basisnya jurusan Teknik Industri. Karena di TI kita bakal tahu kenapa sekarang otomasi dibutuhin banget, sampai-sampai hampir sebagian besar manufaktur sedang beralih ke otomasi. Jadi, otomasi itu merupakan sebuah tools yang diguakan untuk menunjang suatu sistem produksi dalam rangka memenuhi demand. Kebayang kan kalau ada sebuah perusahaan, mereka mempunyai pasar yang luas tetapi gagal memenuhi demand akibat produksi mereka yang kurang? Udah mah profit turun, jangan-jangan market share bisa drebut sama kompetitornya. Nah itu dia mengapa otomasi dengan sistem produksi itu saling membantu satu sama lain. Di satu sisi sistem produksi memerlukan suatu tools penunjang, dan di sisi lain (otomasi) mempunyai dasar/alasan mengapa otomasi itu ada dan penting peranannya.

Dari sedikit pemaparan di atas, sudah terbayang kan kalau seorang anak teknik, apalagi seorang industrial engineer tidak cukup dengan jago di urusan hitung menghitung di atas kertas, namun wajib untuk mengetahui aspek teknis dan prakteknya sehingga dapat menentukan kebijakan dengan tepat guna mencapai tujuan yang diharapkan dengan kunci 5M (man, machine, money, method, material). Be the greatest industrial engineer!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s